Mahasiswa, Pemuda Bangsa yang juga Resimen Mahasiswa

Mahasiswa, identitas baru seorang pelajar dalam jenjang yang lebih tinggi dari sekolah menengah atas ataupun kejuruan. Keduanya menjadi sama ketika dalam satu atap yang menaungi para pelajar dalam pendidikan lanjutan. Para pelajar bukan lagi seorang siswa biasa yang terjadwal berangkat pagi pulang siang atau sore hari, tetapi disaat kata “Maha” ada pada kata “siswa” kehidupan dan ritme belajar tidak lagi sama. Masalah utama ada pada perubahan dan perbedaan identitas. Identitas menjadikan perilaku, pola pikir, cara pandang, dan penyelesaian masalah dalam tahap yang berbeda. Identitas seorang mahasiswa adalah pejuang, pemikir, dan pengemban tujuan.

Kehidupan belajar mahasiswa dalam konteks yang sempit tidak jauh berbeda dengan pendidikan di masa-masa sebelumnya, di dunia perkuliahan mahasiswa dipertemukan lagi dengan akademik dan non akademik, dimana hard skill dan soft skill masing-masing orang dibentuk dan diolah sesuai dengan kemampuan masing-masing atau bahkan pilihan mereka untuk keluar dari zona nyamannya dengan tujuan yang cukup beragam. Penilaian akademik dianggap penting, akan tetapi non akademis juga tidak kalah penting. Dalam aspek akademis, mahasiswa memiliki kewajiban untuk belajar, yang mana hal tersebut merupakan tuntutan dan kewajiban dari pembelajaran. Belajar merupakan suatu keharusan, akan tetapi ruang gerak dalam memperoleh ilmu dan pengalaman tidak hanya terbatas pada kelas, ruang kuliah, atau studi laboratorium saja. Banyak hal yang dapat dipelajari di luar itu semua, mahasiswa tidak dibatasi untuk berkembang dan maju menggerakkan zaman. Mahasiswa diberikan wadah untuk berkembang, maju, menggali potensi, dan mengasah kemampuan dalam organisasi. Organisasi kemahasiswaan mendorong mahasiswa untuk menggali potensi dalam berebgai aspek.

Organisasi merupakan nilai yang cukup penting, dengan berorganisasi mahasiswa dapat mengasah berbagai kemampuan soft skill yang mereka miliki dan mengembangkannya dengan pembinaan yang terorganisir.  Melatih jiwa kepemimpinan, manajemen organisasi, human relation, dll dapat dikembangkan dalam keikutsertaannya di organisasi. Keikutsertaan dalam organisasi dinilai penting, karena tidak hanya bermanfaat untuk masa sekarang, setahun atau dua tahun sesudahnya, akan tetapi apa yang didapat akan juga berpengaruh di masa mendatang. Istilahnya dapat dikatakan di  meja perkuliahan, mahasiswa belajar materi dan teori yang kemudian diaplikasikan atau dipraktekkan dalam kehidupan yang nyata di masyarakat.

Sejatinya, mahasiswa merupakan pemuda bangsa yang mana di pundak mereka terpikul tujuan dari negara. Harapan besar bangsa ini ada pada tangan pemuda, penggerak dan pembawa perubahan menuju Indonesia yang lebih baik dan lebih baik lagi ke depannya. Dari masa berjuang mengenyam pendidikan yang awalnya belajar mengeja, membaca, menulis, berhitung, berlanjut mendalami bidang-bidang keilmuan membuat pola pikir dan pandangan pemuda menjadi terarah. Yang mana akan mampu membawa Indonesia menjadi negara adidaya di masa mendatang dengan kemajuan dari berbagai aspek dan bidang, serta mampu terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan rakyat tanpa adanya permasalahan yang menyulitkan dan menyengsarakan. Peran mahasiswa sama halnya seperti warga negara Indonesia lainnya, satu yang tidak boleh dilupakan dalam pemenuhan kewajibannya sebagai rakyat Indonesia yaitu berperan dalam bela negara. Suatu hak dan kewajiban selurah rakyat Indonesia untuk ikut serta berpartisipasi dalam bela negara, begitu juga dengan mahasiswa. Mahasiswa diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam bela negara, tidak melulu harus ikut berperang membawa senjata dan menembak musuh dengan arogan. Saat ini kita bukan berada pada zaman dimana harus berperang melawan penjajah, akan tetapi banyak bidang yang turut andil dalam bela negara. Misalnya saja bidang sains dan ilmu pengetahuan, mahasiswa mempelajari itu semua. Buat bangsa ini bangga dengan torehan juara membawa nama Indonesia di kanca dunia, buat dunia menganga dengan prestasi dan kecerdasan anak-anak bangsa Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Bela negara dapat dipahami dalam artian yang luas, berperanlah dan ikut berpartisipasilah.

Buktikan pada pejuang kemerdekaan, bahwa ini anak cucu mereka, ini kita pemuda bangsa dengan torehan prestasi, inovasi, dan kebanggaan-kebanggaan lain, karena mereka telah mengorbankan nyawa untuk kehidupan bangsa ini di masa sekarang dan masa mendatang. Oleh karena itu terdapat banyak wadah yang memberikan peluang pada pemuda-pemuda untuk mengembangkan dan memfasilitasi bakat-bakat pemuda pada bidangnya. Tidak terlepas juga di tingkat perguruan tinggi, organisasi atau yang biasa disebut unit kegiatan mahasiswa memberikan banyak pilihan di berbagai bidang untuk kegiatan non akademik mahasiswa (UKM) yang menunjuang pembelajaran akademik dan mengasah soft skill mahasiswa di bidang yang ingin digelutinya. Salah satu unit kegiatan mahasiswa yang bergerak bidang bela negara adalah resimen mahasiswa (menwa), dimana merupakan salah satu organisasi yang tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa minat khusus. Resimen mahasiswa merupakan wadah untuk para mahasiswa yang ingin menyalurkan bakat dan rasa berpartisipasinya kepada bangsa melalui aktivitas di perguruan tinggi. Resimen mahasiswa merupakan salah satu kekuatan sipil yang turut andil dalam ketahanan negara, salah satu komponen dalam bela negara, terlepas dari hak dan kewajiban setiap warga negara.

Resimen mahasiswa dilatih dan dipersipakan untuk mempertahankan NKRI yang merupakan perwujudan dari sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta. Di resimen mahasiswa, para mahasiswa akan menjadi komponen warga negara yang terlatih dan terdidik. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan mengikuti resimen mahasiswa, tidak hanya melulu berbicara mengenai militer, tetapi juga ilmu-ilmu lainnya. Keikutsertaan mahasiswa dalam menwa akan memberikan banyak pengalaman dan ilmu-ilmu yang tidak akan di dapatkan selama di bangku perkuliahan atau kegiatan non akademik lainnya. Berkegiatan di menwa akan memberikan banyak manfaat dan titik dimana mahasiswa akan sadar bagaimana peran sesungguhnya jika turun langsung di masyarakat nantinya.

Resimen mahasiswa mencetak kader-kader penerus bangsa yang handal, berwawasan, terlatih, memiliki jiwa kebangsaan yang tinggi. Mungkin saat ini masih banyak mahasiswa yang bertanya-tanya apa sih sebenarnya tugas menwa dan kegiatan menwa?. Kegiatan di menwa beragam, salah satunya pelatihan di bidang militer seperti bela diri, survival, navigasi, persenjataan, dan lain-lain. Di luar kegiatan-kegiatan tersebut masih banyak kegiatan yang dilakukan. Oleh karena itu mari cari tahu apa saja kegiatan di menwa, keseharian resimen mahasiswa, buktikan kamu bisa menjadi salah satu bagian dari resimen. Coba sendiri bagaimana keasikan dan keseruan menjadi seorang resimen mahasiswa, dapatkan pengalaman-pengalaman dan ilmu yang luar biasa yang akan didapatkan dalam keikutsertaan di resimen mahasiswa. Buktikan bahwa mahasiswa, sebagai pemuda bangsa, kaum intelektual yang berwawasan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi pada negaranya dalam hak dan kewajibannya sebagai warga negara untuk turut andil dan ikut serta dalam bela negara disamping tugas utamanya sebagai pelajar, pemuda terpalajar dan berwawasan. Bergabunglah bersama UKM Resimen Mahasiswa, bersama-bersama wujudkan Indonesia maju dan sejahtera.

Print Friendly, PDF & Email

pasopati

The Real Official Account from Menwa Pasopati Yogyakarta State University

More Posts

Follow Me:
TwitterFacebookYouTube

About The Author

The Real Official Account from Menwa Pasopati Yogyakarta State University

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 4 =


11 − = 5